Honda Geser Toyota di China

Mahkota Toyota sebagai produsen yang menguasai pasar mobil di Cina kini telah dikudeta oleh Honda. Padahal sebelumnya Toyota menungguli pencapaian Honda setiap bulan dan tahunnya.

Dilansir Reuters, Jumat (8/9/2017), dari data yang ada, Toyota berhasil menjual 108.500 mobil di Agustus, naik 11,4 persen dari Juli 2017. Untuk total penjualan Toyota periode Januari hingga Agustus mencapai angka sekitar 841.400 unit mobil, naik 7,1 persen dari periode yang sama di tahun lalu.
Pencapaian tersebut ternyata lebih sedikit dibanding Honda yang menjual 128.671 unit mobil di Agustus 2017, naik 20,6 persen dari kenaikan 11,6 persen di Juli. Sedangkan untuk total penjualan periode Januari sampai Agustus 2017, Honda membukukan angka penjualan 886.641 unit, meningkat 18,0 persen dari periode yang sama di tahun lalu. Pengambilan alih Honda dari mahkota penjualan Toyota di Cina karena Honda telah mengubah arus penjualannya, berkat produknya yang lebih banyak ditaksir mencakup Honda Civic, SUV, dan Crossover subcompact.

Produsen mobil asal Jepang,  menikmati pertumbuhan penjualan yang cukup cepat di pasar China. Toyota Motor mengalami kenaikan retail naik 9,6 persen di Mei, di mana mereka mendapatkan momentum baik di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut.

Mengutip Nikkei, Selasa (6/5/2017) produk Toyota di China terserap sebanyak 112.800 unit, sementara Nissan Motor naik 5,7 persen menjadi 112.085 unit. Upaya branding yang baik, membuat kedua merek tersebut menghasilkan kenaikan empat tahun berturut-turut.

Sumbangsih terbesar pertumbuhan Toyota digerakkan oleh model andalannya Corolla, di mana tumbuh 17 persen menjadi 32.100 unit, menyusul update kecil pada April 2017. Model SUV RAV4 berada di urutan kedua dengan penjualan 12.300 unit, di mana ikut mendapat berkah dari booming SUV di China.

Penjualan Toyota untuk periode Januari-Mei meningkat 4,5 persen menjadi 517.100 unit. Sementara Nissan, penjualannya dipimpin oleh sedan Sylphy, yang memenuhi syarat untuk pengurangan pajak kendaraan kecil, di mana melonjak 20 persen menjadi 21.636 unit.

Lalu untk kendaraan komersial kecil, ada peningkatan dua digit sebesar 12 persen. Jika mengakumulasi perolehan lima bulan, penjualan Nissan tumbuh 6,2 persen menjadi 531.756 unit.

Tidak ketinggalan dua merek Jepang lainnya, Honda Motor dan Mazda Motor, yang juga melaporkan adanya pertumbuhan penjualan China, masing-masing sebesar 16,2 persen dan 27,9 persen di Mei 2017.

Penjualan mobil Honda di China berhasil melampaui Toyota, dalam 11 bulan pertama 2016. Pengenalan model baru yang disukai pasar China menjadi salah satu faktor yang membuat Honda bisa meraih peringkat pertama merek Jepang, di pasar mobil terbesar dunia tersebut. Untuk semakin memenuhi permintaan pasar China, merek mobil nomor tiga di Jepang tersebut, berencana membangun pabrik baru pada 8 Desember 2016 di China Tengah, Wuhan, mengutip Autonews.com, Selasa (6/12/2016). Juru bicara Toyota yang berbasis di Beijing menolak untuk mengomentari kinerja penjualan saingannya tersebut. Mereka hanya ingin berusaha terus fokus dalam meningkatkan bisnisnya.

“Tujuan utama kami di China adalah untuk mencapai pertumbuhan yang stabil dari bisnis kami, yang berfokus pada kepuasan pelanggan, termasuk menciptakan kualitas penjualan dan pelayanan,” ujar juru bicara Toyota.

Honda menjual sekitar 14.500 mobil lebih banyak dari Toyota, periode Januari-November 2016, dan ini merupakan yang pertama kalinya sepanjang tahun ini. Honda telah mencatatkan lonjakan penjualan dua digit dalam sembilan bulan berturut-turut mendekati target penjualan 1,18 juta kendaraan.

“Mengalahkan merek saingan tertentu buka merupakan tujuan bisnis kami di China. Kami fokus pada kebutuhan konsumen dan merasakan momentum penjualan yang kuat. Apa yang terjadi sekarang merupakan bukti kalau strategi kami berhasil,” ujar juru bicara Honda China. Penjualan Toyota turun sekitar 50.000 unit dari target yang ditentukan untuk 11 bulan. Pada 2014 lalu, Toyota meninggalkan Honda dengan menjual 240.000 unit mobil lebih banyak dari Honda.

Para pembuat mobil Jepang, masih membuntuti jauh di belakang pemimpin pasar, General Motors dan Volkswagen, di mana masing-masing berhasil menjual sekitar 3,6 jutaan kendaraan tahun lalu di Cina. Penjualan mobil di China saat ini masih tetap berada di bawah tekanan dari perlambatan pertumbuhan ekonomi, di mana analis memprediksi akan terjadi pertumbuhan yang lemah tahun depan, meskipun mengalami rebound pada 2016, berkat insentif pajak.